Dirgantara Lapan – Fakta-Fakta Antariksa dan Alam Semesta

Jam Buka :

Telepon :

Email Kami :

Apa Yang Terjadi Jika Kita Jatuh ke Dalamnya Black Hole?

Black hole adalah sebuah wilayah di ruang yang memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat sehingga tidak ada sesuatu yang dapat melarikan diri, termasuk cahaya. Black hole tercipta dari keruntuhan inti bintang yang sangat besar. Ketika inti bintang besar habis bahan bakarnya, gaya gravitasi yang kuat akan menyebabkan inti bintang itu runtuh dan menjadi sangat padat. Jika inti bintang tersebut cukup besar, ia akan terus mengecil hingga menjadi titik nol volume dan tak terbatas kerapatannya yang disebut dengan singularitas. Singularitas menciptakan wilayah yang sangat kuat gaya gravitasi yang dikenal dengan black hole.

Black Hole Supermasif

Jika seseorang yang jatuh kedalam black hole, mereka akan mengalami beberapa efek yang sangat mengerikan. Pertama efek gravitasi yang kuat akan menyebabkan tekanan yang besar antara bagian atas atau bawah tubuh seorang yang disebut dengan efek spagetifikasi. Ini akan menyebabkan tubuh seseorang akan terurai menjadi potongan potongan yang sangat kecil. Kedua efek wrapping waktu yang kuat akan menyebabkan waktu yang ukur dari jarak akan melambat hingga berhenti di titik sepenuhnya singularitas didalam lubang hitam. Ini berarti bahwa pandangan seseorang berada di luar lubang hitam, seseorang akan jatuh ke dalam lubang hitam akan terlihat seperti berhenti di titik event horizon dan tidak akan pernah keluar lagi hingga menjadi singularitas,

 

Singularitas adalah titik di dalam black hole dimana kerapatan dan tegangan menjadi tak terbatas. Ini adalah tempat dimana hukum fisika yang kita kenal tidak lagi berlaku dan dimana teori relativitas umum Einstein tidak bisa berbicara lagi. Singularitas dalam black hole dianggap sebagai batasan fisika yang belum dapat dijelaskan oleh teori saat ini. Beberapa teori fisika yang menganggap bahwa di titik ini ada teori fisika yang baru yang harus ditemukan untuk dapat menjelaskan kondisi yang ada.

 

Jika sebuah planet masuk kedalam black hole, planet tersebut akan terkena gaya gravitasi yang sangat besar akan menyebabkan planet tersebut mengecil dan akhirnya hancur. Energi yang dihasilkan dari proses ini akan dikeluarkan dalam bentuk radiasi yang sangat panas namun, sebagian besar massa planet akan ditarik kedalam black hole dan tidak akan dapat dikeluarkan lagi. 

 

Black hole didefinisikan sebagai daerah didalam spasiotempo dimana gravitasi yang sangat kuat sehingga tidak ada benda apapun termasuk cahaya, yang dapat melarikan diri dari daerah tersebut. Jadi, tidak ada benda fisik yang dapat kita lihat atau rasakan didalam black hole. Namun, teori fisika menyatakan bahwa black hole berisi masa yang sangat kompak dan mempunyai tiga komponen utama yaitu

 

Event horizon

Event horizon adalah batas dimana gaya gravitasi yang menjadi sangat kuat sehingga tidak ada benda yang dapat melarikan diri.

 

Singularity

Singularity merupakan titik dalam blackhole dimana densitas massa menjadi tidak terbatas dan teori fisika saat ini tidak dapat menjelaskannya.

 

Accretion Disk

Accretion Disk merupakan cicin benda-benda yang terdapat disekitar black hole dan ditarik kedalam black hole oleh gaya gravitasi. Sebagian besar benda-benda yang terdapat didalam accretion disk akan mengalami proses pengemasan yang sangat kuat dan akhirnya hancur sebelum masuk ke Event Horizon.

Black Hole Supermasif

 

Saat ini, kita telah menemukan berbagai jenis black hole, termasuk black hole supermasif yang terdapat di pusat galaksi, black hole primordial yang mempunyai ukuran hanya segunung, dan stellar black hole yang terdapat diluar pusat tata surya. Jika Anda belum pernah mendengar dari beberapa jenis blackhole tersebut mari kita bahas bersama.

 

Black Hole Supermasif

 

Black hole supermasif adalah jenis black hole yang mempunyai masa yang sangat besar, yaitu sekitar jutaan hingga miliar kali massa matahari. Black hole supermasif ditemukan di pusat pusat galaksi, termasuk didalam milky way. mereka dikatakan mempunyai massa yang cukup besar untuk memegang bersama materi yang ada disekitarnya dalam bentuk cincin atau disky yang disebut mempengaruhi gerak bintang-bintang di sekitarnya dan dapat menyebabkan bentuk galaksi yang unik. 

 

Primordial Black Hole

 

Primordial black hole adalah lubang hitam yang diduga terbentuk pada masa awal pembentukan alam semesta, sebelum ada bintang atau planet. Teori menyatakan bahwa sebagian luang besar lubang hitam di alam semesta ini adalah primordial black hole. Mereka terbentuk dari ketidakstabilan gravitasi yang muncul dari fluktuasi kuantum masa awal alam semesta yang kemudian yang menyebabkan konsentrasi massa yang cukup besar untuk menjadi lubang hitam yang ukurannya sebesar pulau-pulau.

 

Stellar black hole

Stellar black hole adalah jenis lubang hitam yang terbentuk dari kegagalan binatang untuk meneruskan proses fusi nuklirnya. Bintang yang cukup besar akan mengalami kolaps saat sudah tidak memiliki bahan bakar untuk mempertahankan tekanan yang diperlukan untuk menjaga struktur bintang. Saat kolaps terjadi, massa bintang akan terkonsentrasi pada titik yang sangat kecil yang disebut event horizon. Lubang hitam ini memiliki berbagai ukuran yang bervariasi hingga beberapa puluh kali massa matahari.