Awan Cumulonimbus : Proses Terjadinya Awan yang Mengakibatkan Kecelakaan Pesawat

Awan cumulonimbus adalah awan tebal pembawa hujan dan merupakan salah satu faktor terjadinya kecelakaan pesawat. Awan ini adalah awan cumulus yang banyak menggumpal di langit sehingga terbentuk seperti bunga kol atau menyerupai kubah. Biasanya awan ini mengakibatkan hujan dan cuaca buruk lainnya. Karena awan ini berpotensi petir, awan cumulonimbus sering menjadi ancaman bagi awak penerbangan yang harus dihindari.

Selain mengandung awan dan petir, awan cumulonimbus dianggap berbahaya karena mengandung aliran listrik yang sangat dahsyat. Awan cumulonimbus ini berada pada ketinggian rendah dan mempunyai gumpalan yang besar dan berwarna hitam.

Ciri-ciri awan cumulonimbus

Setiap awan memiliki ciri ciri atau karakteristik sendiri. Berikut adalah ciri-ciri dari awan cumulonimbus :

  1. Berbentuk seperti kubah atau bunga kol
  2. Mempunyai gumpalan yang besar dan berwarna gelap
  3. Awan pembawa hujan dan mengandung petir
  4. Terbentuknya karena ketidakstabilan di lapisan atmosfer
  5. Terdiri dari tetesan air, kristal air, Kristal salju yang suhunya dibawah 0 derajat Celcius.
  6. Memiliki tekstur yang kasar

Kalian juga dapat mengetahui lebih lanjut tentang awan cumulonimbus dengan mengunjungi situs https://ilmupedia.co.id/articles/proses-terbentuknya-awan-cumulonimbus/full

Jenis-jenis awan cumulonimbus

  1. Cumulus Congestus
    Awan cumulus congestus adalah awan cumulus yang berada ketinggian rendah sampai menengah.
  2. Cumulus Humilis
    Awan cumulus humilis adalah awan yang sering terjadi pada saat musim panas atau sering disebut dengan awan cerah.
  3. Cumulus Mediocris
    Awan cumulus mediokris adalah awan yang berbentuk seperti bunga kol atau menyerupai kubah dan awan ini sering menyebabkan hujan ringan.

Proses terjadinya awan cumulonimbus

  1. Pada tahapan pertama awan cumulus mengalami proses kondensasi atau lebih sering disebut dengan pengembunan. Pada saat itu, udara di dalam awan menjadi lebih hangat daripada udara sekitarnya. Sehingga, ketidakstabilan udara ini mengakibatkan awan terbentuk. Udara bergerak  terus  ke atas sehingga tetesan air dan kristal es di dalam awan ini terperangkap. Pada saat awan terbentuk dimana suhu udara dibawah titik beku, hujan besar akan terjadi.
  2. Pada tahapan kedua, dan pada waktu bersamaan air hujan sudah tidak mampu lagi menahan udara yang bergerak ke atas dan air tersebut turun kebumi. Penguapan dan pendinginan udara ini mengakibatkan downdraft. Downdraft yaitu aliran udara yang turun ke bawah. Pada tahapan ini, downdraft dapat memicu badai petir. Awan cumulonimbus akan semakin meninggi dan menyebar di langit. Pada tahap yang bersamaan, petir, hujan lebat, dan kilat akan terjadi. Sehingga, kondisi ini dapat memicu terjadinya kecelakaan pesawat.

Ketika pesawat berada pada pusat awan cumulonimbus, pesawat tersebut akan mengalami guncangan yang luar biasa. Karena pada saat terjadinya awan cumulonimbus badai, petir berada di dalam suhu yang rendah. Oleh karena itu, mesin pesawat menjadi beku dan tidak bisa berfungsi dan bisa jadi pesawat dapat jatuh dari ketinggian.

Dan pada saat pesawat mengalami guncangan, penumpang juga akan merasakan dampaknya, seperti gangguan pernapasan dan peredaran darah. Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, pihak maskapai penerbangan biasanya memasang alat perlindungan diri atau disebut juga dengan Personal Protective  Equipment. 

Para ahli, mengganggap bahwa awan cumulonimbus ini bukan hanya sekedar awan biasa, tapi awan ini merupakan gabungan dari beberapa jenis awan yang lain. Badai dan angin yang ada didalam awan sangat kuat dan berpotensi besar pada pesawat yang sedang terbang di sekeliling awan tersebut.

Cuaca buruk adalah hal yang tidak kita inginkan. Namun, kita harus selalu berhati hati. Selalu berdoa dan  mawas diri agar dapat menjadi penenang bagi diri kita pada saat melakukan penerbangan yang mengalami kondisi yang tidak memungkinkan.

Kesimpulan

Proses terjadinya awan cumulonimbus yaitu terjadi karena  adanya proses kondensasi atau pengembunan, sehingga udara bergerak naik dan air hujan sudah tidak mampu menampung lagi dan turunlah hujan ke bumi. Dan biasanya cuaca seperti ini menjadikan awak penerbangan gelisah dan takut karena terjadi sesuatu hal buruk yang tidak diinginkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *