Tahukah kalian apa itu atmosfer? Ya, atmosfer merupakan lapisan gas yang mengelilingi bumi kita dari permukaan planet luar angkasa. Atmosfer ini diperkirakan memiliki ketinggian yang berjarak 0 KM sampai dengan 560 KM dari permukaan bumi. Lapisan atmosfer ada 7, di mana fenomena di setiap atmosfer berbeda-beda. Lalu transisi dari lapisan satu ke lapisan lainnya juga terjadi bertahap. Nah, untuk mengetahui lebih jelas bagaimana perbedaan 7 lapisan atmosfer dari yang terjauh dari Bumi sampai yang paling dekat, simak penjelasan berikut ya.

  1. Eksosfer

Lapisan yang letaknya paling jauh dari Bumi adalah eksosfer. Eksosfer adalah lapisan yang membentang dan juga menyatu dengan angkasa luar. Maka dari itu, lapisan eksosfer juga sering disebut sebagai lapisan antar planet. Adapun gas yang ada di sini sangatlah tipis. Penyusun utama gas di eksosfer adalah Hidrogen. Lalu di sini juga dipenuhi dengan sinar ultraviolet. Di lapisan ini pula, atom-atom dan molekul-molekul bergerak bebas, baik yang kembali ke gravitasi Bumi, maupun meninggalkan atmosfer menuju ruang angkasa. 

  1. Lapisan Ozon

Lapisan berikutnya adalah lapisan Ozon. Lapisan ini memiliki jarak kira-kira 80-150 km di atas permukaan Bumi. Adapun suhu yang ada di sini bisa mencapai -70 derajat Celcius, atau +50 derajat Celcius. Di lapisan ini, terdiri dari molekul-molekul ozon, di mana konsentrasinya bisa mencapai 10 ppm. Molekul ini terbentuk karena adanya pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap oksigen. Disini, 97 hingga 99 persen frekuensi sinar ultraviolet diserap. Di mana frekuensi tersebut bisa merusak kehidupan di permukaan yang terpapar secara langsung dengan sinar matahari. 

  1. Ionosfer

Lapisan ionosfer merupakan lapisan yang paling terionisasi oleh radiasi sinar matahari. Ionosfer berperan bagi keelektrikan atmosfer serta sebagai pembentuk batas lapisan magnetosfer. Lapisan ini juga berfungsi sebagai perambatan radio ke tempat yang jauh dari Bumi. Batu meteor di angkasa akan terbakar serta terurai di lapisan ini. Namun jika berukuran sangat besar dan tidak habis d terurai di sini, akan jatuh ke Bumi sebagai Meteorit. Cahaya aurora atau fenomena aurora juga terjadi di lapisan ini. 

  1. Termosfer

Termosfer merupakan lapisan keempat yang memiliki ketinggian antara 85 KM – 690 KM dari permukaan Bumi. Adapun temperatur di lapisan ini kenaikannya sangatlah tinggi,  sekitar 1982 derajat Celcius. Kenaikan tersebut dapat terjadi karena adanya serapan radiasi sinar ultraviolet. Reaksi tersebutlah yang kemudian membentuk reaksi kimia yang berguna untuk memantulkan dan memancarkan gelombang radio. 

  1. Mesosfer

Perbedaan 7 lapisan atmosfer ini juga dilengkapi dengan fungsinya masing-masing, sama halnya dengan lapisan Mesosfer yang memiliki fungsi berbeda dari termosfer. Adapun suhu di lapisan Mesosfer dapat mengalami pergeseran, sebab benda-benda dari ruang angkasa menghasilkan suhu yang cukup tinggi. Pada sekitar 40 KM di atas bumi, suhu di sini dapat turun dari 290 ke 200 K. Lalu ketika ketinggian bertambah, suhunya akan kembali turun, dan bisa mencapai -143 derajat Celcius. Beberapa meteor yang mencapai Bumi juga terbakar di lapisan ini. 

  1. Stratosfer

Lapisan yang hampir dekat dengan Bumi adalah Stratosfer. Adapun suhu yang ada di sini berkisar antara -70 derajat Fahrenheit sampai -57 derajat Fahrenheit, sehingga suhunya cukup dingin. Di Stratosfer juga terjadi angin kencang dengan pola aliran tertentu. Di lapisan ini pula penerbangan pesawat biasa dilakukan. 

  1. Troposfer

 Lalu lapisan terakhir adalah Troposfer. Di sini terdapat campuran gas yang sesuai dengan bumi, sehingga dapat menopang kehidupan di dalamnya. Lapisan ini juga telah dilindungi dari kejutan benda-benda langit. Meski begitu, dibandingkan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini merupakan yang paling tipis. Di Troposfer juga terjadi perubahan cuaca seperti angin, hujan, kekeringan, musim salju, dan sebagainya. 

Nah, itulah tadi perbedaan 7 lapisan atmosfer dari yang paling jauh dari bumi sampai dengan yang paling dekat. Setiap lapisan terdiri dari molekul dan gas yang berbeda-beda. Sehingga suhu di sana juga tidak sama. Kemudian, setiap lapisan juga memiliki fungsi masing-masing, yang keberlangsungannya sangat berpengaruh terhadap kehidupan di bumi. 

Leave a Comment

Your email address will not be published.