Jam Buka :

Senin - Jumat 07.30-16.00

Telepon :

(021) 4892802

Yuk ketahui Lapisan Atmosfer Yang Suhunya Paling Tinggi dan Paling Rendah!

Lapisan Atmosfer Yang Suhunya Paling Tinggi dan Paling Rendah

Lapisan atmosfer Bumi adalah seperti selimut pelindung yang melingkupi planet kita. Atmosfer ini tidak hanya berfungsi sebagai pembatas antara ruang angkasa dan bumi, tetapi juga memiliki berbagai lapisan dengan karakteristik yang berbeda-beda, termasuk suhu. 

Ini adalah fakta menarik bahwa suhu di berbagai lapisan atmosfer bisa sangat kontras satu sama lain. Ada yang memiliki suhu yang sangat tinggi, sementara yang lainnya memiliki suhu yang sangat rendah. 

Perbedaan suhu ini memiliki dampak besar pada kondisi dan fenomena alam yang terjadi di Bumi. Kami akan menggali lebih dalam untuk memahami perbedaan suhu yang mencolok ini di berbagai lapisan atmosfer Bumi, serta bagaimana perbedaan ini mempengaruhi kehidupan dan cuaca di planet kita yang indah ini. 

1. Eksosfer

Eksosfer adalah lapisan terluar atmosfer Bumi yang memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari lapisan atmosfer lainnya. Awalan “exo” pada eksosfer mengindikasikan bahwa ini adalah lapisan yang berada di luar atmosfer utama Bumi. Salah satu karakteristik kunci eksosfer adalah suhu tertinggi yang dimilikinya dalam dibandingkan lapisan atmosfer Bumi lainnya.

Eksosfer memiliki tebal yang luar biasa, mencapai sekitar 6.200 mil atau sekitar 10.000 kilometer, menjadikannya lapisan terluas di atmosfer. Meskipun begitu besar, eksosfer memiliki gas-gas seperti hidrogen dan helium yang sangat tersebar, dengan banyak ruang kosong di antaranya. Karena densitas partikel gas sangat rendah di eksosfer, energi dari Matahari dapat menaikkan suhu partikel-partikel gas tersebut tanpa banyak berinteraksi satu sama lain.

Suhu eksosfer ini dapat mencapai ribuan derajat Celsius hingga bahkan beberapa ribu derajat Celsius, terutama di bagian eksosfer yang lebih dekat dengan Matahari. Meskipun suhu ini tinggi dalam konteks atmosfer Bumi, perlu diingat bahwa suhu tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan pengertian suhu panas dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, eksosfer juga memiliki peran penting dalam melindungi planet kita dari efek-efek luar angkasa, seperti menyerap sebagian besar radiasi berbahaya dan partikel dari Matahari. Dengan demikian, meskipun memiliki suhu tinggi, eksosfer tetap menjadi lapisan yang sangat unik dalam atmosfer Bumi, yang menciptakan kondisi yang berbeda dari yang kita rasakan di dalam kehidupan sehari-hari.

2. Termosfer

Lapisan atmosfer yang disebut termosfer ini terletak pada ketinggian antara 85 hingga 500 kilometer di atas permukaan Bumi. Dikenal juga sebagai lapisan panas, lapisan ini menunjukkan karakteristik khusus yang membuatnya unik, lapisan atmosfer termosfer juga merupakan lapisan terpanas kedua setelah lapisan eksosfer. Salah satunya adalah kemampuannya untuk mengalami perubahan suhu yang sangat drastis, di mana temperatur bisa mencapai rentang ekstrem antara 90 hingga 5000 derajat Celsius.

Fenomena suhu tinggi ini disebabkan oleh molekul oksigen yang menyerap radiasi dari Matahari, yang kemudian memicu reaksi kimia dan membentuk lapisan yang terionisasi dan bermuatan listrik. Sebelum kemunculan satelit, termosfer berperan sebagai pembantu dalam pemancaran gelombang radio, karena kemampuannya memantulkan sinyal-sinyal tersebut. Salah satu ciri khasnya adalah suhu udara yang berada di puncak termosfer yang bisa mencapai lebih dari 1000 derajat Celsius.

Keunikan lain dari termosfer adalah peran pentingnya dalam terjadinya aurora, yang diinduksi oleh interaksi diantara medan magnet yang ada di Bumi dengan partikel yang mempunyai muatan dari Matahari. Lapisan ionosfer di dalam termosfer memiliki kemampuan khusus untuk memantulkan gelombang radio, yang sangat bermanfaat untuk komunikasi dan fungsi satelit. Terakhir, termosfer juga merupakan tempat bagi 

ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mengorbit Bumi. Lapisan ini memiliki karakteristik massa udara yang rendah dan suhu tinggi, sehingga tidak mampu menghantarkan panas ke objek-objek seperti satelit dan astronaut yang berada di dalamnya.

3. Mesosfer

Mesosfer merupakan lapisan atmosfer yang memiliki letak di antara stratosfer dan termosfer, juga termasuk dalam urutan ketiga terpanas setelah eksosfer dan termosfer. Salah satu karakteristik yang paling mencolok dari mesosfer adalah penurunan drastis suhu seiring dengan kenaikan ketinggian. Suhu pada lapisan mesosfer sekitar -50°C hingga -70°C.  Inilah yang disebut dengan gradien suhu negatif di mesosfer.

Penurunan suhu yang ekstrim di mesosfer disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk radiasi panas dari lapisan di bawahnya dan radiasi pendingin dari lapisan di atasnya. Mesosfer terutama terbentuk oleh udara langit malam yang dingin dan tipis, dan suhunya dapat mencapai titik beku yang sangat rendah.

Kondisi suhu yang rendah ini membuat mesosfer menjadi tempat di mana fenomena seperti meteor dan meteorit terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Selain itu, aurora (cahaya utara dan selatan) juga dapat terjadi di mesosfer karena interaksi partikel berenergi tinggi dengan atmosfer.

Meskipun mesosfer bukan lapisan atmosfer yang sering dibahas dalam konteks cuaca sehari-hari, pemahaman tentang karakteristik suhu yang unik di lapisan ini memiliki relevansi penting dalam ilmu geofisika dan pemahaman kita tentang atmosfer Bumi secara keseluruhan.

4. Stratosfer

Lapisan ini adalah lapisan keempat terpanas setelah lapisan eksosfer, termosfer, dan mesosfer. Lapisan ini juga merupakan lapisan atmosfer yang ada di bawah lapisan mesosfer, dan memiliki karakteristik yang cukup berbeda, terutama dalam hal suhu. Suhu pada lapisan ini adalah -60°C (pada tropopause) sampai 10°C pada puncaknya. Salah satu aspek paling menonjol tentang stratosfer adalah gradien suhu yang berbeda dengan troposfer. Sebaliknya, di stratosfer, suhu cenderung meningkat seiring kenaikan ketinggian. Ini disebut gradien suhu positif.

Penyebab utama gradien suhu positif di stratosfer adalah peningkatan konsentrasi ozon di lapisan ini. Ozon berperan sebagai penyerap radiasi ultraviolet (UV) matahari. Ketika ozon menyerap sinar UV, energi ini diubah menjadi panas, yang meningkatkan suhu di stratosfer. Oleh karena itu, semakin tinggi kita naik di stratosfer, semakin hangat suhunya.

Efek peningkatan suhu di stratosfer ini memiliki konsekuensi yang penting. Ini adalah lapisan tempat terletaknya ozonosfer, yang mengandung “lubang ozon” tertentu di atas beberapa wilayah, seperti Antartika. Lubang ozon ini adalah area dimana konsentrasi ozon menipis, menyebabkan masalah lingkungan serius karena memungkinkan lebih banyak sinar UV merusak mencapai permukaan Bumi.

Selain itu, suhu yang meningkat di stratosfer juga mempengaruhi pergerakan udara dan pola sirkulasi atmosfer di lapisan ini, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi cuaca di troposfer di bawahnya. Meskipun stratosfer bukan tempat terjadinya perubahan cuaca yang signifikan seperti di troposfer, pengaruhnya pada aspek lingkungan dan atmosfer sangat penting untuk dipahami.

5. Troposfer

Troposfer adalah lapisan atmosfer yang terletak paling dekat dengan permukaan Bumi,  sehingga troposfer memiliki suhu paling rendah dibandingkan lapisan atmosfer lainnya. Suhu di lapisan teratas Troposfer mencapai -60 derajat Celcius, di permukaan laut sekitar 27 derajat Celcius. Dengan ketinggian sekitar 10-15 kilometer (6-9 mil), troposfer memiliki karakteristik utama yaitu perubahan suhu yang menurun seiring kenaikan ketinggian. Ini berarti semakin tinggi kita naik di dalam lapisan ini, semakin dingin suhunya. 

Penurunan suhu ini terjadi karena udara di troposfer dipanaskan oleh permukaan Bumi, dan semakin jauh kita dari sumber panas tersebut, suhu semakin rendah. Perubahan suhu ini sangat penting dalam dinamika cuaca dan iklim, mengatur konveksi udara, pola angin, serta fenomena seperti awan dan hujan. 

Selain itu, pengetahuan tentang gradien suhu negatif di troposfer juga penting dalam penerbangan, karena ini menjadi lapisan di mana pesawat terbang biasanya beroperasi karena suhu lebih hangat dan lebih stabil dibandingkan dengan lapisan di atasnya, seperti stratosfer dan mesosfer.

Tidak hanya berpengaruh pada cuaca dan penerbangan, troposfer juga memainkan peran penting dalam mengatur suhu global dan kualitas udara di permukaan Bumi. Suhu yang berbeda di berbagai bagian troposfer menciptakan pola konveksi dan sirkulasi udara, yang pada gilirannya memengaruhi pola cuaca regional dan fenomena alam. 

Selain itu, karena dekat dengan permukaan, troposfer juga rentan terhadap polusi udara, yang dapat memengaruhi kualitas udara yang kita hirup. Dengan kata lain, lapisan atmosfer ini bukan hanya tempat terjadinya perubahan cuaca yang signifikan, tetapi juga memiliki dampak yang kuat pada iklim, cuaca, dan kualitas udara di planet kita.

Semua lapisan-lapisan ini memiliki peran uniknya masing-masing dalam mengatur cuaca, iklim, dan lingkungan bumi kita yang indah. Dengan memahami perbedaan suhu yang mencolok di setiap lapisan-lapisan bumi ini, Anda dapat lebih memahami bagaimana atmosfer bumi berfungsi dan memengaruhi kehidupan di planet ini.

Didukung Oleh :