Dirgantara Lapan – Fakta-Fakta Antariksa dan Alam Semesta

Jam Buka :

Telepon :

Email Kami :

Mengenal Jenis-Jenis Petir dan Proses Terjadinya Petir

Mengenal Jenis-Jenis Petir – Saat hujan sedang turun, umumnya cuaca akan menjadi sangat gelap dan mendung kemudian sekaligus juga disusul oleh petir. Selain itu, petir juga identik muncul disertai dengan hujan saat badai tengah berlangsung. Ketika petir sedang menyambar, tidak jarang atau bahkan banyak orang yang sering mengabadikan atau memfoto momen tersebut. Mengapa demikian? Hal ini karena mereka terkagum-kagum oleh keindahan dari petir ini.

Akan tetapi sisi lain dari keindahan petir ini yaitu petir juga dapat menghasilkan suara yang besar. Maka hal ini pasti akan membuat siapa saja kaget, terlebih lagi pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Kemudian, tidak heran juga apabila petir mendatangkan musibah atau bencana dengan menimbulkan kerusakan di bangunan atau juga membuat hutan menjadi kebakaran.

Tanpa Anda sadari, petir ini juga memiliki jenis-jenis yang sangat berbeda. Berikut ini jenis-jenis petir.

1. Petir dari awan yang menuju ke tanah

Jenis petir yang pertama yaitu petir dari awan menuju ke tanah atau cloud to ground. Petir dari awan yang menuju ke tanah ini merupakan salah satu jenis petir yang memiliki muatan negatif yang bertemu dengan permukaan bumi dan memiliki notabene yang bermuatan positif.

Sesuai dengan namanya, bisa digambarkan bahwa petir dari awan menuju ke tanah atau cloud to ground ini muncul dari awan. Yang kemudian menyebar ke bagian daratan atau permukaan bumi. Selain itu jenis petir yang satu ini biasanya akan muncul di area antara petir-petir yang lain, terutama pada wilayah benua.

Petir dari awan menuju ke tanah atau cloud to ground ini tergolong kedalam petir yang sangat berbahaya. Mengapa demikian? Hal ini karena petir ini dapat menyebabkan kerusakan bangunan sampai dengan kebakaran.

Baca juga: Jenis-Jenis Hujan: Proses Terjadinya Hujan dan Daerah Bayangan Hujan

2. Petir di dalam awan atau intracloud

Berdasarkan Sciencemag,petir di dalam awan atau intracloud ini sangat sering sekali muncul di bagian dalam awan. Dan ternyata jenis petir di dalam awan atau intracloud ini memang hanya akan muncul pada antara dua awan yang mempunyai muatan yang berbeda. Oleh karena itu apabila kedua awan tersebut bersatu, maka mereka akan menciptakan petir yang bernama intracloud.

Jika dilihat, petir di dalam awan atau intracloud ini ini seolah-olah menimbulkan cahaya yang serupa dengan lampu, akan tetapi bedanya ini terbuat oleh alam. Pada setiap daerah, Anda pastinya dapat dengan mudah menemukan jenis petir yang satu ini.

3. Petir vulkanik

Petir yang berjenis vulkanik hanya dapat terbentuk jika tengah terjadi letusan dari suatu gunung berapi. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh National Geographic. Jenis petir yang satu ini dapat muncul tepat di atas suatu gunung yang tengah meletus tersebut. Kemudian kemunculan dari petir vulkanik ini memiliki kaitan dengan teori fisika dalam sehari-hari.

Petir jenis yang ini memanglah termasuk petir yang jarang sekali muncul atau terjadi. Hal ini karena tidak semua suatu gunung berapi mempunyai asap dan juga gas yang tebal saat tengah meletus.

Sebagai contoh yaitu petir vulkanik dulunya muncul di negara Islandia pada tahun 2010. Gunung yang ada di Islandia ini sangat berbeda dengan gunung berapi yang ada di Hawaii yang umumnya mengeluarkan cairan vulkanis lebih banyak apabila dibandingkan dengan asapnya.

4. Petir dari awan ke awan atau cloud to cloud

Jenis petir yang keempat yaitu petir dari awan ke awan atau biasa disebut dengan cloud to cloud. Petir dengan jenis yang satu ini hampir serupa dengan petir yang berjenis intracloud. Mengapa demikian? Hal ini karena petir cloud to cloud ini juga terlihat berada pada bagian dalam awan.

Akan tetapi yang menjadi pembeda yaitu petir cloud to cloud ini melewati sebanyak dua awan yang sangat berbeda. Hal ini karena awal yang dua mempunyai muatan negatif, dan awan yang satu mempunyai muatan yang positif.

5. Petir kering atau Dry lightning

Jenis petir yang terakhir yaitu petir kering atau dry lightning. Dikutip dari ThoughtCo, petir jenis yang satu ini umumnya muncul atau terjadi pada saat musim panas. Oleh karena itu sesuai dengan namanya, petir kering ini muncul tanpa disertai dengan hujan. Mungkin petir kering atau dry lightning ini terdengar tidak mengerikan karena tidak disertai dengan badai dan juga hujan.

Akan tetapi, Anda harus tahu bahwa petir dry lightning lah yang justru sering menjadi penyebab kebakaran hutan. Dengan cuaca yang tengah panas kemudian terjadi sambaran petir, maka tak heran apabila dapat menyebabkan kebakaran hutan. Selain itu jenis petir yang satu ini merupakan jenis petir yang sangat ditakuti di bagian daerah barat negara Amerika Serikat.

Proses Terjadinya Petir

Proses terjadinya petir ini merupakan salah satu fenomena alam yang akan terjadi pada musim hujan. Fenomena alam yang satu ini kan terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa hal yang dapat mengakibatkan terjadinya petir. Seperti hujan, hujan ini dapat terjadi dikarenakan adanya penguapan air di bumi hingga akhirnya naik ke atas. Sama halnya dengan petir, petir ini juga terjadi karena beberapa rangkaian proses.

Petir ini akan terjadi apabila ada perubahan dan perbedaan potensi antara awan dan bumi atau bisa juga dengan awan. Petir ini terjadi melalui beberapa proses yang dapat mempengaruhi. Berikut ini beberapa proses terjadinya petir yaitu sebagai berikut :

1. Proses terjadinya petir yang pertama ini terjadi disebabkan oleh muatan pada awan. Hal ini dikarenakan awan akan semakin bergerak naik secara terus menerus dan juga teratur. Pada saat pergerakan awan, awan ini akan berkelompok dengan awan lain hingga mempunyai muatan yang berkumpul menjadi satu sisi. Muatan yang diperoleh tersebut merupakan muatan negatif . Sedangkan pada sisi satunya, awan tersebut akan mengandung muatan negatif.

2. Setelah terjadinya pembuangan muatan yang bersifat negatif, hal ini dapat diketahui perbedaan antara potensial awan dan bumi yang cukup besar. Sehingga, hal tersebut dapat mengakibatkan pembuangan muatan negatif tersebut ke bumi, untuk mencapai kesimbangan dalam awan tersebut. Proses pembuangan muatan yang bersifat negatif ini menggunakan media yang akan dilalui muatan negatif. Elektron tersebut sering disebut dengan udara.

3. Jika elektron ini bisa menembus batas isolasi udara, hal ini akan terjadi ledakan yang cukup keras dan kuat. Ledakan suara tersebut dapat didengar sebagai suara yang menggelegar dan terdengar suara gemuruh. Suara gemuruh tersebut disebut juga dengan petir yang biasanya disertai dengan kilat.

Dampak Terjadinya Petir

jenis petir

Berikut ini beberapa dampak yang akan ditimbulkan jika terjadinya petir dan sambaran petir yaitu sebagai berikut :

1. Efek Listrik

Petir ini dapat menimbulkan efek yang cukup besar dan berdampak sangat buruk. Ketika arus petir ini melalui kabel konduktor, hal ini dapat membahayakan dan juga menimbulkan tegangan resistif. Sambaran petir yang satu ini sangat berbahaya bagi makhluk hidup.

2. Efek Tegangan Tembus – Samping

Efek sambaran petir ini juga mempunyai tegangan yang sangat kuat dan lebih tinggi. Sehingga, hal ini dapat membahayakan dna juga menimbulkan risiko bagi isi dan kerangka dalam struktur perangkat bangunan.

3. Efek Termal

Selain beberapa efek di atas, efek termal yang satu ini juga dapat melepas muatan petir yang sangat terbatas dan melalui arus listrik yang cukup kuat. Selain itu, efek ini juga akan berpengaruh pada sistem proteksi petir yang dibiarkan. Beberapa dampak yang akan dirasakan seperti, menimbulkan korsleting listrik, menimbulkan kebakaran, dan juga mengganggu sistem komunikasi dan juga teknologi.

Itulah tadi pembahasan mengenai jenis-jenis petir dan juga proses terjadinya petir. Petir ini akan terjadi pada saat musim hujan dan penghujan. Hal ini dikarenakan udara musim tersebut mengandung kadar air yang cukup banyak dan lebih tinggi dari biasanya. Sehingga, daya isolasi  akan turun kebumi dengan muatan listrik negatif yang mudah mengalir.