Yuk Pelajari Lebih Dalam Tentang Teori Pembentukan Tata Surya

Tata surya merupakan susunan benda langit yang memutari matahari, matahari sebagai pusatnya, dan semua terikat oleh gaya gravitasi. Matahari selalu dikelilingi oleh 8 planet yaitu merkurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, Uranus, dan neptunus. Tata surya terdiri dari komet, asteroid, planetoid, meteoroid, satelit, dan planet.

Teori Pembentukan Tata Surya

Setiap planet memutari matahari melalui lintasan orbit dan orbit setiap planet hampir sama. Lokasi tata surya ini terdapat di bagian tepi galaksi bima sakti dan diperkirakan sudah mencapai 4,6 milyar tahun. Tahukah kamu bagaimana tata surya dapat terbentuk? Kali ini kita akan membahas teori pembentukan tata surya simak penjelasannya berikut ini:

1. Teori vortex model

Teori ini diperkenalkan oleh ahli matematika dan filsuf yang berasal dari prancis yaitu Rene Descartes di 1642. Ia menyebutkan awal terbentuknya tata surya yaitu, dari awan partikel yang berputar dengan orbit oval. Yang membentuk matahari berada di pusat, sedangkan yang membentuk planet di pusaran utama, untuk satelit di pusaran tambahan.

2. Teori nebula/kabut

Teori nebula menjelaskan bahwa tata surya terjadi dari kabut yang menggumpal (kondensasi). Kabut ini berupa campuran dari gas dan debu yang berukuran lebih besar dari tata surya. Gas dan debu itu berotasi dan tidak lepas dari gaya gravitasi, sehingga pada pusat akan semakin padat dan panas. Setelah proses itu maka terbentuklah protostar yang disebut penggumpalan utama.

Kemudian pada bagian sayap cakram terbentuklah kondensasi lainya dalam bentuk cincin. Hasil kondensasi bagian ini akan membentuk protoplanet dan proto satelit. Teori ini disampaikan oleh Emanuel Swedenborg astronom asal swedia pada tahun 1734. Kemudian teori ini dikemukakan Immanuel Kant ilmuwan jerman pada 1755 melalui bukunya yang berjudul “Allgemeine Naturgeschichte und Theorie des Himmels”.

3. Teori awan debu

Teori ini dicetuskan oleh Carl Friedrich iya menyebutkan tata surya terbentuk dari gas dan debu. Kemudian berputar seperti cakram dan bentuknya berubah membentuk planet. Partikel debu tertarik kebagian pusat awan kemudian membentuk bola dan cakram. Partikel ditengah saling menekan sehingga panas dan berpijar itulah matahari, di bagian luar perputaran sangat cepat lalu pecah dan menjadi planet.

4. Teori hipotesis planetesimal

Dikemukakan oleh Forest R Moulton dan Thomas C Chamberlin di tahun 1905, ia mengatakan ada ketidaksesuaian hipotesis nebula dengan observasi penelitian. Forest R Moulton bersama pakar teknologi Thomas C Chamberlin menawarkan ide baru yaitu hipotesis planetesimal pada tahun 1904-1905.

Teori ini menyatakan matahari sudah ada sejak awal. Melainkan ada bintang besar seperti matahari dan mengelilinginya, karena gravitasi bintang itu partikel matahari ikut terseret. Partikel yang terseret akan mengambang di angkasa dan menjadi planet. Sementara partikel yang tidak terbawa akan kembali tertarik oleh matahari.

5. Teori pasang surut

Teori ini dicetuskan oleh James Jeans di tahun 1917, ia menyatakan bumi dan tata surya merupakan bintang lain yang mendekati matahari. Hingga bintang tersebut hampir bertabrakan dengan matahari, sehingga partikel bintang tersebut tertarik matahari. Partikel tersebut kemudian menjadi planet. Tahun 1929 astronom Harold Jeffreys dan Henry Norris Russell membantah teori ini mereka menyatakan tidak mungkin bintang bertabrakan dengan matahari.

6. Teori bintang kembar

Di tahun 1956 Fred Hoyle, mengemukakan bahwa tata surya terbentuk dari dua bintang yang saling berdekatan. Kemudian salah satu bintang tersebut meledak dan menjadi serpihan kecil. Karena gaya gravitasi dari bintang yang tidak meledak, maka serpihan tersebut kemudian mengelilinginya.

7. Teori awan antar bintang

Teori ini dikemukakan oleh astronon soviet di tahun 1943. Ia menyatakan jika matahari melewati daerah awan yang padat, melalui proses penarikan partikel maka terbentuk cakram disekitar matahari. Cakram tersebut berputar dan membentuk planet. Banyak astronom dari soviet yang bergabung dan fokus pada teori ini.

Ternyata tata surya kita ini, bukan hanya satu di galaksi ini tetapi terdapat milyaran tata surya yang lain yang belum kita ketahui. Perlu puluhan ribu tahun supaya tata surya dan planet-planet dapat terbentuk. Bumi yang kita tempati ini dulunya juga tidak seperti ini, bumi pada awalnya adalah planet penuh dengan air.
Sekian artikel mengenai Teori pembentukan tata surya semoga dapat bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *