satelit

Review Lengkap Satelit di Tata Surya, dari Ukuran Terbesar hingga Terkecil

Tata surya merupakan sistem terbesar di angkasa yang menjadikan matahari sebagai pusatnya. Tata surya tentu tak hanya berisikan matahari saja. Namun, tata surya berisi bermacam-macam benda langit didalamnya, seperti planet, satelit, asteroid, komet dan meteor. Dengan begitu, dapat diartikan bahwa tata surya adalah benda-benda langit yang berpusat pada matahari.

Penobatan matahari sebagai pusat dari tata surya dikarenakan panas matahari yang tinggi, menyebabkan timbulnya gaya gravitasi yang membuat seluruh benda langit bergerak melingkar mengelilinginya sesuai dengan jalur lintasan/orbit mereka. Matahari sendiri dikelilingi oleh delapan planet yang masing-masing planet memiliki benda langit lain yang mengelilingi planet tersebut. Benda itu disebut dengan satelit.

Pengertian Satelit

Satelit merupakan salah satu benda langit yang memiliki tugas mengitari atau mengelilingi planetnya masing-masing. Kata satelit bersumber dari Bahasa Latin satelles yang bermakna pelayan atau pembantu yang memiliki tugas melayani individu atau sesuatu tertentu. Satelit dikelompokkan menjadi dua, yakni satelit alam dan satelit buatan.

Lalu apa saja satelit alami dan buatan itu? Apa nama satelit terbesar hingga satelit terkecil di tata surya? Tenang, kali ini kami akan membahas tuntas mengenai pertanyaan-pertanyaan itu.

Satelit Alam

Satelit alami memang sudah ada dan diklaim dalam sistem tata surya. Satelit alam terbuat alami tanpa ada campur tangan manusia. Tercatat ada lebih dari 100 satelit alami yang tersebar di tata surya. Satelit-satelit ini memiliki nama dan ukuran yang bervariasi mulai dari ukuran raksasa, terbesar hingga yang paling kecil. Berikut akan kami sajikan pada Anda urutan ukuran dari yang terbesar hingga yang terkecil dari satelit alami beserta dengan penjelasannya.

Satelit Alam Terbesar di Tata Surya

 

1. Ganymede (Planet Jupiter)ganymede

Mengitari planet Jupiter, satelit Ganymede menjadi satelit terbesar yang ada di Tata Surya. Ganymede menempati posisi ketujuh di tata surya dalam aspek masa terbentuknya dan merupakan satelit ketiga yang ada di planet Jupiter setelah satelit Galileo. Satelit ini memiliki masa rotasi selama tujuh hari lamanya. Ukuran Ganymede lebih besar dari planet Merkurius, namun massa dari satelit tersebut hanya sekitar setengah dari massa planet Merkurius. Jarak orbit satelit Ganymede terhadap planet Jupiter sekitar 1.070.400 km.

 

2. Titan (Planet Saturnus)satelit Titan

Satelit Titan merupakan satelit terbesar kedua di Tata Surya. Satelit ini juga merupakan satelit terbesar di planet Saturnus yang memiliki atmosfer yang solid serta menjadi objek kedua setelah planet Bumi yang diklaim memiliki cairan di permukaannya. Titan menempati posisi keempat di Tata Surya serta menempati posisi keenam di planet Saturnus sebagai satelit ellipsoidal. Satelit ini kerap disamakan dengan planet karena memiliki diameter dan massa yang lebih besar dari Bulan. Jarak orbit satelit Titan terhadap planet Saturnus sekitar 1.221.870 km.

 

3. Callisto (Planet Jupiter)satelit callisto

Selanjutnya satelit terbesar ketiga yang ada di Tata Surya adalah satelit Callisto. Sama seperti satelit Ganymede, satelit Callisto juga sama-sama mengitari planet Jupiter. Hal itu juga menjadikan satelit ini menjadi satelit terbesar kedua yang ada di Jupiter setelah satelit Ganymede. Satelit Callisto memiliki diameter 99% lebih besar dari planet Merkurius, tetapi untuk massanya hanya sekitar sepertiga dari planet Merkurius. Jarak orbit satelit Callisto terhadap planet Jupiter sekitar 1.882.700 km.

 

4. Io (Planet Jupiter)satelit io

Satelit Io menjadi satelit terbesar keempat yang ada di Tata Surya. Satelit ini sekaligus menjadi satelit terdalam diantara satelit-satelit yang mengitari planet Jupiter. Satelit Io memiliki diameter sebesar 3.642 km. Untuk masa rotasi, satelit Io membutuhkan waktu sekitar 42,5 jam lamanya. Jarak orbit satelit Io terhadap planet Jupiter sekitar 421.700 km.

 

5. Bulan (Planet Bumi)satelit bulan

Bulan menjadi satu-satunya satelit alam yang dimiliki oleh planet Bumi. Bulan juga menjadi satelit terbesar kelima di Tata Surya dengan memiliki diameter 27%, massa 1,23% serta kepadatan 60% dari Bumi. Bulan juga menjadi satelit kedua yang memiliki kepadatan setelah satelit Io milik Jupiter. Sama seperti matahari, bulan juga memiliki cahaya dan bersinar terang saat Bumi berada pada jam malam hari. Jarak orbit satelit Bulan terhadap planet Bumi sekitar 384.399 km.

 

Satelit Alam Terkecil di Tata Surya

1. S/2003 J 12

S/2003 J 12 atau bisa disebut dengan Salem merupakan satelit alam terkecil yang mengitari planet Jupiter. Satelit Salem ditemukan pada tahun 2003 dan menjadi salah satu satelit terkecil yang ada di Tata Surya. Salem memiliki ukuran diameter yang sangat kecil hanya sekitar 1 km saja dengan masa rotasi yang cukup lama yaitu sekitar 489,72 hari. Para astronomis mengklaim belum melihat satelit ini lagi semenjak satelit ini ditemukan, sehingga satelit ini dianggap hilang.

Selain satelit Salem, ternyata ada banyak satelit kecil yang mengitari planet Jupiter, seperti satelit S/2003 J 9, S/2003 J 1, S/2003 J 8 dan masih banyak lagi.

 

Satelit Buatan

Berbeda dengan satelit alam, satelit buatan merupakan satelit yang dibuat oleh manusia lalu dikirimkan ke angkasa lepas untuk berbagai keperluan. Satelit buatan memerlukan bantuan media perantara berupa roket agar bisa sampai ke angkasa. Satelit buatan dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan manusia. Berikut akan kami sebutkan beberapa jenis satelit buatan beserta contohnya.

 

1. Satelit Observasi Bumi

  • Explore 1 (Amerika Serikat, 31 Januari 1958)
  • Voyager 1 (NASA, 5 September 1977)
  • Aist 1 (Rusia, 13 Oktober 1994)

2. Satelit Observasi Lautan

  • SEASAT (Amerika Serikat, 12 Juni 1978)
  • Baskhara 1 & 2 (India)

3. Satelit Komunikasi

  • Echo 1 & 2 (NASA, 1960 dan 1964)
  • Palapa A1 (Indonesia, 8 Juli 1976)
  • Telkom -1 (Indonesia, 2001)

4. Satelit Cuaca

  • TIROS -1 (Amerika Serikat, 1960)
  • Interbol (Rusia, 29 Agustus 1996)
  • Meteor (Rusia, 1960)

5. Satelit Militer

  • Corona (Amerika Serikat, Juni 1959)
  • Canyon (Amerika Serikat, 6 Agustus 1968)
  • Magnum (Amerika Serikat, 24 Januari 1985)

Itulah beberapa ulasan mengenai satelit-satelit yang ada di Tata Surya beserta urutannya. Satelit alam maupun buatan sangat penting untuk suatu planet yang ada di Tata Surya dan jumlahnya pun sangat banyak. Sangat tidak mungkin apabila kami menjelaskan semuanya dalam satu artikel, itu akan menjadi artikel yang sangat panjang. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan serta berguna untuk Anda.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *